Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerpen

Pahit Kopi Kebun

Slurp… begitu suara merdu yang terdengar dengan aroma yang sungguh menggelitik hati. Hiruk pikuk keramaian tak mengusik kenikmatan segelas cappuccino- ku; hanyut tenggelam sampai ke dalam jiwa. Lembut krim susu bersembunyi dalam kuat kafein yang mengalir keras menyisir sayap kiri otak, dan perlahan membasahi bagian sebelahnya. Slurp… hangat seteguk kopi memang tak ada bandingnya. Halaman depan rumah seolah hanya menjadi penghias, dan semua serangga berisik itu tak dapat menggangguku mencerna setiap tetes kopi yang sedikit demi sedikit mengalir melalui kering tenggorok yang menjerit histeris menyambut kedatangan tamunya itu. Sesuatu yang special memang selalu ditunggu. Ketika ia datang, tak satupun orang bodoh yang akan melepasnya dengan suka cita. Kalau dipikir lagi,ternyata pemandangan di depanku ini boleh juga. Mekar bunga kemerahan tertawa riang. Tentu saja senyum hijaunya itu yang paling menyilaukan hati. Sejenak aku melupakan kopiku dan mengagumi keindahan lain di depan m...

Selamat Pagi

Dia berdiri di seberang jalan, berdiam diri diguyur hujan, menunggu kendaraan umum datang. Sementara aku memandanginya dari seberang yang lain, dilindungi payung merah. Hujan memang turun cukup deras kala itu, dan aku tak memberi pinjaman payung padanya. Aku memang tak mungkin meminjamkannya, karena nanti saya akan tertimpa hujan pula seperti dia. Namun tampaknya aku juga agak tega tak memayungkan dia. Aku jadi tak tahu siapa yang salah; dia yang lupa membawa ataukah aku yang tega. Apalagi ketika kami berjalan ke depan aku juga tidak memayungi dia walaupun kami berjalan bersama. Aku di depan dan dia di belakang. Aku coba ajak, namun tidak ditanggapinya. Suasana hati kami memang tampaknya kurang bagus; kami berpuasa. Emosi memang suka tak terkontrol tatkala diharuskan untuk menahan diri. Setiap hal akan ada konsekuensinya. Dia tak acuhkan aku hari ini, dan aku pun tidak mengacuhkannya. Dia bahkan mendekat pada yang lain. Aku iri; dengki. Mungkin aku ingin jadi perhatian utama dia, dan s...