Postingan

Menampilkan postingan dengan label orangtua

Karena Kita Adalah Keluarga

Ketika dua sejoli menjalin cinta, maka setelah janji terucap, terbentuklah sebuah keluarga. Sebagai himpunan terkecil dalam masyarakat, keluarga memiliki peran yang penting dalam pembentukan karakter suatu indibidu, terutama anak. Sukses out tidaknya anak tidak lepas dari tangan dingin orangtua yang menjadi panutan anak mereka dimulai dari mereka kecil hingga besar nanti. Keluarga harus bisa menjadi tempat kembali yang menimbulkan rasa nyaman kepada masing-masing anggota. Jika terbina keluarga yang baik, maka rasa saling memiliki akan timbul yang tentu saja memperkuat ikatan di antara mereka. Sungguh menjadi sebuah ironi apabila anak tidak betah ketika ia kembali ke rumah. Pasti ada yang salah jika terjadi demikian karena keluarga adalah hubungan yang amat dekat.

Deplesi Waktu

Waktu adalah uang. Begitu pepatah mengatakan. Waktu adalah pedang. Itu pula yang sering kita dengar. Benar, karena pedang tidak dapat menjadi alat yang bermanfaat jika tidak digunakan dengan baik dan bahkan bisa menyakiti orang lain. Setiap manusia diberi waktu 24 jam dalam hidupnya. Ada yang memanfaatkannya dengan baik, dan mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat, namun ada pula yang hanya memanfaatkannya untuk hura-hura dan bahkan menjurus ke arah perbuatan negatif. Sudah sepatutnya kita menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya karena waktu tidak dapat kembali. Jangan sampai terucap kata "Ah, kalau saja ...", dan kata-kata semacamnya.

Parent's Touch

Kehebatan anak tidak terlepas dari peran brilian orangtua. Saya percaya itu, dan tentu saja saya percaya dengan semua cerita orangtua saya dalam membesarkan saya. Saya memang tidak sempurna, tapi saya bersyukur bisa menjadi seperti sekarang ini. Terkadang saya lucu dengan keheranan orang yang terkejut mengetahui bahwa saya adalah anak tunggal dengan segala sifat saya. Terlepas dari semua itu, kembali peran orangtualah yang sangat penting bagi perkembangan anak, terutama mulai dari umur 0-5 tahun. Saya kecil tak lepas dari pengawasan mama saya. Bagaimana tidak, ia berhenti bekerja demi membesarkan saya, menjaga saya secara penuh dalam segala aktivitas saya.

Pencil and Eraser

I got this from a good source. Pencil: I'm sorry. Eraser: For what? You didn't do anything wrong. Pencil: I'm sorry, you get hurt because of me. Whenever I made a mistake, you're always there to erase it. But as you make my mistakes vanish, you lose a part of yourself and get smaller and smaller each time. Eraser: That's true, but I don't really mind. You see, I was made to do this, I was made to help you whenever you do something wrong, even though one day I know I'll be gone. I'm actually happy with my job. So please, stop worrying I hate seeing you sad. "Our Parents are like the eraser, whereas we children are the pencil. They're always there for their children, cleaning up their mistakes. Sometimes along the way they get hurt and become smaller (older and eventually pass on) Take care of your Parents, treat them with kindness and most especially love them.