Postingan

Kisah Klasik Bersepeda

Beberapa waktu yang lalu gue melihat ada tiga anak kecil sedang menaiki sebuah sepeda. Suatu saat mereka hampir terjatuh. Tentu saja penumpang yang belakang merasa kecewa  dan berkata "Ah, kamu!". Lalu pengendara sepeda tadi berkata, "Yang penting senang, kan?" Gue teringat pengalaman gue bersepeda dulu. Walaupun gue bukan orang yang sering bermain keluar bersama tetangga untuk main kejar-kejaran, ataupun ramai-ramai bermain bola plastik di gang, tetapi gue tetap merupakan salah satu anak yang sering bermain keluar untuk bersepeda. Kalau gue tidak salah ingat, mungkin hampir setiap akhir pekan gue selalu bersepeda. Walaupun hanya dalam berkeliling sekitar rumah dengan jarak yang relatif pendek (tidak sampai puluhan kilo), sudah cukup lah membuat gue berkeringat. Gue melewati sejarah panjang sampai gue benar-benar bisa naik sepeda roda dua dengan baik. Sepertinya cinta gue kepada sepeda diawali dari sepeda roda tiga yang pernah  gue miliki, yang gue rasa sang...

Semangat Belajar

Kalau dirasa-rasa, sebenarnya ada beberapa saat gue malas belajar. Sulit, pusing, stres, itu hanya beberapa dari segelintir keletihan dalam proses belajar. Tentu saja semakin lama gue belajar, semakin banyak yang gue ketahui, semakin dalam materi yang gue pelajari, semakin sulit pelajaran tersebut. Tapi gue berpikir kembali. Masih banyak orang yang tidak memiliki nasib seberuntung gue untuk duduk di bangku kuliah baik karena masalah keuangan, masalah keadaan, maupun faktor-faktor lainnya. Bahkan untuk makan pun sulit, yang terpikirkan hanyalah bagaimana cara untuk dapat bertahan hidup. Sedikit cerminan saja untuk membuat gue tetap semangat dalam belajar. Semangat, ya , Rick, belajar. Semakin banyak pengetahuan yang lu dapat, semakin besar kemungkinan lu untuk dapat mengubah dunia, minimal dari diri sendiri. Semua demi masa depan yang lebih baik :)

Kebiasaan Menunda

Kebiasaan menunda-nunda itu benar adanya. Kalau ada suatu kerjaan yang relatif berat, manusia *sebut saja Ricky* cenderung untuk menunda-nunda pekerjaan tersebut karena tahu pekerjaan tersebut akan melelahkan. Entah jadi browsing tidak jelas di handphone , rapi-rapi file di laptop, ngemil-ngemil cantik, ada saja yang dilakukan untuk dapat menghindarkan diri dari pekerjaan berat tadi. Padahal, selama apapun ditunda, pekerjaan tersebut tetap harus dikerjakan. Menghindar bukanlah jawaban. Waktu terus berjalan, dan sifat deadliner akan segera menghantui. Jangan sampai lu terbiasa untuk menunda. Rugi untuk diri lu sendiri juga soalnya :)

Deadliner

Beberapa kali gue menggunakan mindset " deadline " dalam melakukan suatu kegiatan. PR dipepet-pepet dekat hari pengumpulan, masuk kampus dipepet-pepet dengan jam masuk *kadang malah jadi kelewatan*, ataupun kerjaan ditunda-tunda karena lagi mager . Ketika sudah dekat-dekat waktunya, baru, deh , semua dikerjakan. Sejujurnya deadliner ini sangat melelahkan. Lu tidak punya waktu bersantai lagi karena batas pengumpulan akan segera tiba. Lu bahkan tidak mempunyai cukup waktu untuk dapat menganalisis permasalahannya dengan benar, dan hal tersebut dapat berimbas pada kualitas yang tidak cukup baik. Pola seperti ini harus segera dihilangkan. Walaupun lu bisa bersantai-santai di awal, derita yang dialami pada waktu deadline *bagi gue* tidak sesuai dengan banyak waktu santai tadi. Pusing, tertekan, stres, menyiksa diri sendiri hingga timbul pemikiran ya udah lah ya yang penting beres. Jelas ini sangat salah, karena sebaik-baiknya sesuatu adalah sesuatu yang dikerjakan dengan sebaik-...

Ikut Aturan

Gue bingung dengan orang-orang yang sulit menaati peraturan sederhana. Bukannya gue mendeklarasikan kalau gue selalu taat aturan, melainkan peraturan-peraturan seperti "membuang sampah pada tempatnya" ataupun "mengendarai motor sesuai dengan arah jalur yang benar" merupakan sesuatu hal yang seharusnya dilakukan tanpa perlu disuruh.  Aturan dibuat bukan untuk dilanggar, loh, tetapi herannya masih ada saja yang begitu. Pemikirannya masih relatif pendek. "Buang sampah sembarangan, toh , nanti juga hilang terbawa hujan" jelas bukan pemikiran yang tepat karena sepanjangnya sungai akan berakhir di laut, dan lautan sampah bukan tidak mungkin akan membanjiri si pembuang sampah sembarangan itu. Begitupun dengan pemikiran " Biarin , ah , lawan arus, yang penting cepat sampai." Apa yang akan ada  di benak orangtua lu ketika misalnya *amit-amit* lu terpaksa menginap di rumah sakit akibat dari melanggar aturan? Padahal, kan, aturan dibuat bukan untuk dilangg...

Penemuan Berharga

Sejujurnya gue terkagum dengan para penemu. Bagaimana tidak, mereka berhasil menemukan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Sebut saja T. A. Edison dengan penemuan lampunya ataupun mereka yang menemukan HP yang kita gunakan sekarang. Bisa kita lihat bahwa kehidupan kita sekarang sulit untuk bisa lepas dari kedua hal tersebut. Belum lagi penemuan transportasi seperti kereta, pesawat, ataupun penemuan sederhana seperti piring ataupun WC. Semua barang tersebut sangat berguna dalam mempermudah pekerjaan kita sehari-hari. Gue penasaran tentang apa yang melintas di otak mereka hingga akhirnya mereka mencoba untuk meneliti dan membuat sesuatu tersebut. Gue yakin kalau percobaan yang mereka lakukan tidak hanya satu atau dua kali, melainkan hingga ribuan kali. Gue penasaran apa yang membuat mereka masih yakin bahwa percobaan yang mereka lakukan akan menghasilkan sebuah keberhasilan. Bagaimana mereka bisa bertahan dengan segala cemoohan orang lain mengenai percobaannya yang diang...

Simpan File-mu

Menyebalkan rasanya ketika lu telah melakukan sebuah ketikan panjang di komputer, lalu tiba-tiba aplikasi yang lu jalankan tertutup secara paksa dengan kondisi pekerjaan lu tidak tersimpan. Masalah klasik, memang, tapi banyak orang yang sering melupakannya *termasuk gue, makanya gue tulis ini hahaha*. Walaupun terdengar sederhana, kelupaan untuk menyimpan file ketikan dapat menjadi permasalahan yang sangat krusial terutama ketika waktu lu sempit, atau ketika tulisan lu sudah cukup panjang sehingga ide yang dikembangkan sudah terlalu luas. Waktu yang digunakan untuk "mengetik ulang" itu akan menjadi sebuah waktu yang terbuang percuma, dan bisa jadi ide cemerlang lu pada awal penulisan tidak muncul lagi pada pengetikan lu yang kedua setelah kejadian. Memang beberapa aplikasi sudah menyiapkan fitur simpan otomatis, hanya saja frekuensinya bisa jadi tidak tepat terutama ketika lu melakukan pengetikan yang cepat. Selalu ingat untuk menyimpan file ketikan lu sebelum lu menyesal ke...