Postingan

Menampilkan postingan dengan label weekend

Bukber Alumni SMP BI Angkatan 15

Judulnya sih boleh begitu, namun kenyataan dapat berkata lain. Niatan awal pembuat acara ini adalah mengumpulkan kami-kami yang sudah berpisah ke berbagai SMA lain. Tentu dari lubuk hati kami terdalam sangat ingin berkumpul lagi setelah sekian lama berpisah. Maka dibuatlah acara 'buka bersama alumni SMP BI angkatan 15' yang diadakan di Agri Park, deket Taman Kencana. Undangannya mengajak kami kumpul pada pukul 5 sore, agar bisa mengobrol, berbagi sebelum berbuka. Lagi, kita boleh berencana, namun keputusan ada di tangan-Nya.

Sometimes, you

Sometimes, you don't know why you always late. Sometimes, you don't know why something didn't come earlier. Sometimes, you don't know why someting didn't in your way. Sometimes, you want to roll back the time, Sometimes, you don't know why something happened, Sometimes, you want something out of your mind. Sometimes, you hope regret will be useful, Sometimes, you only think about yourself. Sometimes, you do something recklessly. Sometimes, you are stupid. Sometimes, you think you are the best. Sometimes, you don't care about the others. Sometimes, you only have it your way. Sometimes, you are just too selfish. Sometimes, you just can't say goodbye. Sometimes, you can't blame yourself. Sometimes, you don't listen to people's opinion Sometimes, it's so hard to say a thing. Sometimes, you can't focus on a thing. Sometimes, you hate to wait. Sometimes, you can't hide something. Sometimes, you think 'is it me you are talking' w...

Temu Kangen

What a nice day! Bangun jam setengah 8, puas-puasin hari libur. Sarapan mie, bikin sendiri karena ga ada si mama yang lagi pergi ke Jakarta. Siap-siap, bawa gitar, dan berangkat ke sekolah untuk ngobrolin masalah syuting. Maklum, mulai jadi 'artis sok sibuk' nih haha. Oke, pergi dianter papa, jadi no need any ongkos. Nyampe, eh ternyata masih harus pada remedial dulu. Kebanyakan sih bahasa Inggris. Jadi, saya main basket dulu untuk menghabiskan waktu. Ya olahraga itu sangat diperlukan selama tidak over-excercise. Akhirnya pada ngumpul, dan kita ngobrolin soal syuting. Telah diputuskan bahwa kami akan syuting di Agri Park, untuk scene di cafe setelah zuhur. Okay, tapi saya harus ke Ekalos dulu untuk les gitar.

Saturday Night Insanity

Beautiful Saturday in the morning. I didn't have to wake up in the morning that might be caused by school things. Today's plan were going to Jakarta to visit Binda. Before that, I still had to do my routine, guitar. Before we left to Elos, the place where I do the course, my cousins; Alvin, Fei, and Farrel were visiting my house and asked us to join of going to Jakarta.

Futsal Time !

Today, I went futsal. It was 8 o'clock in the morning. As usual, there were a lot of my friends there. 14 for exact. We divided it into 3 teams. The game start, and it was very cool. I always were late to get hot, but who cares? I was just playing for fun. I scored two goals and I might add some more if

Last Day of Holiday

Last day of holiday. Saya harus melakukan sesuatu yang menyenangkan karena besok berarti sudah harus kembali ke normal, kembali ke rutinitas. Yang asik main rame-rame emang paling enak ya main futsal. Maka jadilah saya dan beberapa teman futsal saya yang biasa membooking tempat di Taman Sari Persada untuk bermain pada pukul 8 pagi di hari minggu. Persiapan barang; minum, baju ganti, dompet, hape. Lalu, saya pun berangkat. Mendung

Jakarta Malam

,Berhubung malam ini saya dan keluraga berencana untuk bermalam di apartemen, maka kami pun harus menyiapkan makanan sahur. Tanpa persiapan apa-apa, kami mencari makanan yang kira-kira dapat memenuhi kebutuhan asupan kami. Untuk yang cepat, biasanya langsung tertuju pada makanan cepat saji. Fast food apa yang paling enak? Tentu saja Bapak Jenggot, atau lebih dikenal dengan sebutan KFC. Ya, restoran yang terkenal akan ayamnya memang yang paling enak. Maka kami pun berputar-putar dengan si hijau, mobil Katana hijau pinjaman bos papa saya. Berhubung sudah malam, wajar jika banyak yang sudah tutup. Tempat-tempat KFC yang biasa kami kunjungi sudah banyak yang tutup. Akhirnya kami jadi jalan-jalan deh mengelilingi Kota Jakarta. Sepi, tidak seperti Jakarta yang biasanya ramai dipenuhi kendaraan. Maklumlah, sudah pada tidur. Lucu juga muter-muter tanpa arah yang jelas. Ternyata, masih ada KFC yang buka, yaitu di daerah Hayam Wuruk. Horay! Berarti tidak jadi tidak sahur deh. Hahaha Oh iya, baga...

Killing Time

Pagi-pagi, saya bangun siang (bukan pagi lagi dong?). Puasa begini memang enaknya bangun siang, terutama pada hari libur. Jadi, ketika bangun, tidak terasa sudah setengah hari terlewati. Hmm.. Siangnya, bersama papa membetulkan roda pagar rumah saya yang rusak. Rodanya sudah dibeli, tinggal dipasang. Hasilnya? RODANYA KEGEDEAN!!! Waduh.. Gawat itu.. Rodanya tidak mungkin ditukar. Terpaksa dipaksa walaupun agak sedikit memaksa. Cukup rumit, dan cukup menguras energi terlebih di tengah sinar terik matahari. Setelah roda depan terpasang, hasilnya oke. Namun, imbasnya adalah roda belakang menjadi gantung alias ngambang. Tetapi, pagarnya menjadi lancar untuk dibuka-tutup, tidak seperti sebelumnya yang harus bersusah payah terlebih dahulu. Oke, selanjutnya roda belakang. Lebih sulit dari perkiraan dikarenakan sudutnya sangat sempit sampai sempat menyebabkan saya kram. Namun, jerih payah kami terbayar. Lancar, dan sangat enak. Bahkan dengan sekali dorongan, pintu pagarnya sudah dapa tertutup....

Terjun Piknik

Tepat pada pukul 5 pagi, mama telah membangunkan saya dari tidur saya yang nyenyak. Ini bukan hari sekolah namun tetap saya harus bangun pagi dikarenakan kami akan beranjak ke sebuah air terjun. Wow, tentu akan sangat menyenangkan. Kompensasinya adalah kami harus bangun pagi untuk menghindari kemacetan. Makan secukupnya, mandi, dan kakek beserta nenek akhirnya datang. Maka berangkatlah kami. Tidak hanya keluarga saya dan nenek-kakek, melainkan juga keluarganya Alvin dan keluarganya Nata. Kami memang sudah janjian namun keluarga Raka tidak dapat ikut bersenang-senang bersama kami karena Raka terkena virus Salmonella typhi. Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu cukup lama, sampailah kami di depan pintu gerbang Kebun Raya Cibodas. Kami tidak langsung masuk. Kami masih harus menunggu yang lainnya karena kami datang paling awal. Sembari menunggu, kami bergegas ke toilet dan menghirup udara Puncak. Ternyata tidak bisa dipungkiri bahwa udara daerah Puncak nan sejuk dan segar berbeda ...

Beautiful Saturday

Hmm.. Hari ini SMA Bina Insani mengadakan bagi-bagi rapot. Ya, hari ini merupakan hari yang sangat ditunggu-tunggu. Oleh sebab itu, saya -yang tadinya berada di Jakarta- beranjak pulang ke Bogor. Paginya, saya dan papa pergi ke stasiun terlebih dahulu untuk mengambil motor papa saya dititipkan. Kami pergi naik angkot. Di tengah jalan, papa: "ada uang kecil ngga?" saya: "ada." papa: "pinjem dulu dong. Soalnya papa ga ada uang kecil (dan uang gede)" saya: "ok ya udah." Aduh, bagaimana sih papa saya ini? Tak apa, tak ada ruginya ini. Namun ternyata masih ada sedikit uangnya untuk membayar angkot tadi. Hmm.. Turun, bayar, jalan dikit, masuk tempat penitipan motor dekat stasiun, ambil motor, jalan lagi ke sekolah dengan cukup ngebut. Sesampainya di sekolah dengan baju perguruan rapi (yang memang sudah disuruh sebelumnya oleh wali kelas saya), masih sangat sepi. Ketika itu pukul 8 tepat Saya tidak tahu bahwa seharusnya orangtua datang pada pukul 08.30....

What a great day!

What a great day ! Itulah kata-kata yang pantas saya ucapkan setelah saya melewati sebuah hari dimana sebagian besar X-2 (14 orang), dan beberapa elemen tambahan melakukan beberapa kegiatan yang menghibur diri. Apakah gerangan hal tersebut??? Jadi, sebelumnya (Kamis), kami berniat untuk nonbar alias menonton bersama di bioskop bersama X2. Maklum, suatu hal yang jarang kami lakukan. Oleh karena itu, saya menanyakan kepada seluruh X2. Setelah perundingan panjang, dan perdebatan yang cukup merepotkan, maka sesuai dengan kesepakatan bersama hasil musyawarah kami bahwa kami akan menonton Toy Story 3 di Ekalokasari Plaza pada hari Jum’at pukul 14.10 dengan tiket masuk Rp 15.000. Ok, selesailah rencana kami dan tinggal menunggu keesokan harinya. Esoknya, saya melakukan cek ulang, siapa saja yang akan ikut. Dari 24 orang, hanya 14 orang yang dapat menghadiri acara hiburan X2 tadi. Sisanya, ada yang tidak bisa, adapula yang tidak ada kabar. Tak apa, bukan suatu pemaksaan. Maka, seusai solat j...

School Social Responsibility

Waktu itu hari Minggu, 30 Mei 2010, diadakan sebuah hari yang dinamakan “Car Free Day” yang terletak di kawasan Bundaran H.I. Hari ini merupakan hari dimana mobil tidak diperkenankan untuk melintas di jalan ini. Nah, oleh karena itu, untuk mengisi jalan kosong tadi, banyak sekali yang mengadakan acara-acara seperti SKJ, jual sepeda, acaranya Coca Cola, dan juga acara School Social Responsibity. Kebetulan, Dompet Dhuafa, perusahaan yang mensponsori acara ini, mengundang siswa SMA Bina Insani (termasuk saya) untuk dapat menunjukan suatu performa untuk memeriahkan acara tersebut. Undangannya memang sudah dari jauh-jauh hari, namun kami baru latihan tepat pada hari Rabu minggu itu. Kami, Suara Insaniyah Bina Insani, merencanakan untuk menampilkan musikalisasi puisi, dan juga alat musik yang disebut lontreng. 3 hari latihan instan, kami dapat menyempurnakan apa-apa yang telah kami pelajari. Sabtu sore, pergilah saya ke Jakarta, ke tempat Willy Josh, untuk sekedar bertamu dan main game (bagi...

BI Minister V

Sabtu, 22/05/2010 Tepat pada hari Sabtu kemarin, tanggal 22, OSIS SMA Bina Insani mengadakan sebuah acara yang bernama BI Minister, yang merupakan singkatan dari Bina Insani - Make Intelligent and Smart Generation for Better Future, merupakan sebuah acara tahunan yang rutin diadakan. Pada kesempatan ini, saya bertindak sebagai ketua panitia, dan kami mengangkat tema "Speak Out and let the World Hear You." sesuai dengan temanya, kami mengangkat tentang public speaking, atau berbicara di depan kalayak. Oleh karena itu, kami mengundang Lucy Wiryono sebagai pembicara kami. Siapa dia? Beliau adalah seorang presenter yang biasa membawakan acara Sport 7 yang tayang setiap hari Senin sampai Jumat pada pukul 6 pagi hingga pukul setengah 7 pagi. Bagi penggemar olahraga, tentu tak asing lagi mendengar namanya. Persiapan acara ini sudah kami rencanakan sejak lama, namun belum dapat terealisasi hingga kemarin berkenaan waktu, izin, dan dana. Mulailah kami mendekorasi pada hari Jumat. Ges...

Kisah di dalam Sebuah Kereta

Sabtu, ada yang masuk, ada yang tidak.. Saya termasuk yang kedua. Haha. Ok, hari ini saya pulang dari Jakarta. Cukup pagi buat saya terutama karena ini hari libur, yaitu pukul setengah 8 saya dibangunkan. Tak apa, sudah cukup kok tidurnya. Bangun pagi, tak ada sarapan. Nyebrang. Makan roti. Kurang kenyang, tapi tidak nambah lagi untuk menjaga berat badan saya yang 66.6 kg ini. 66.6? Adakah yang aneh? Mungkinkah itu suatu pertanda buruk? Siapa peduli ah.. Setelah berbincang-bincang hingga taksi datang, kamipun bergegas ke stasiun Cawang. Beruntung, kereta selanjutnya tak lama setelah kami sampai. Memang ini sudah terencana dengan baik untuk mengantisipasi kejadian di waktu lalu dimana kami harus menunggu lama karena ketinggalan kereta. Ok, di kereta duduk dengan tenang menunggu hingga sampai di stasiun Bogor. Kami duduk terpisah karena cukup ramai. Di sebrang saya, duduklah mama saya. Di sebelahnya, ada seorang perempuan. Berhubung duduk di sebelah mama saya, akhirnya terlihat juga oleh...

End of the Trip

Gambar
Hari kedua dan terakhir kami di Bandung. Memang indah semua, dan berakhir happy. Acara pembukanya adalah bermain bola. Biasanya sih makan terkebih dahulu, namun berhubung makanannya belum jadi, terpaksa megisi luang dan waktu. Bermain bola memang sulit. Walaupun sudah didepan gawang, tetap saja banyak peluang yang tak dapat berubah menjadi gol. Atau memang sayanya saja yang kurang jago? Haha. Capek bermain bola, kami disuguhi makanan sebagai sarapan kami, yaitu nasi goreng + telur dadar. Nikmat sekali, apalagi diiringi dengan secangkir teh panas. Hmm.. Seusai sarapan, main bolanya lanjut lagi. Cukup lama hingga kami menjadi letih. Namun, bukannya beristirahat, kami malah melanjutkan bermain tenis. Betapa rajinnya kami. Padahal mah tenisnya juga cemen-cemenan aja. Haha. Berhubung kami bukan ahli tenis, game tadi terasa membosankan. Namun, tiba-tiba muncul suatu inovasi baru yaitu bermain kasti dengan pemukulnya adalah raket tenis. Kalau sudah begini mah tak ada pukulan yang tidak kena. ...

Oi ! Bandung !

Hello Bandung! Bukan lagu nasional, melainkan hari ini saya ke Bandung. Perjalanan cukup panjang, dan sempat ke rest area, kamipun sampai di sebuah wisma, tempat kami menginap. Sesampainya disana, langsung ngulet, dan selonjoran di kamarnya. Nikmatnya.. Tak lama setelah beristirahat dan melepas penat sambil menonton, kami tetap diharuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Paris Van Java. Setelah susah payah mencari parkir, kamipun sampai disana. Ketika masuk, saya langsung dikejutkan dengan Planet Sport. Saya memang sedang mencari sepatu baru karena yang lama sudah mulai tipis alasnya. Namun, mama saya berkata bahwa nanti saja belinya di Bogor. Tak masalah.. Sayapun masih melihat-lihat asesoris olahraga lainnya seperti bola sepak dan bola basket. Tidak bisa dibohongi bahwa barang- barang disana bagus-bagus. Namun, segala sesuatu pasti ada kompensasinya, yaitu harga yang relatif tinggi. Jadinya saya hanya sekedar melihat-lihat untuk mencuci mata. Keluar dari sana, saya langsung dihada...

A Day Called Sunday

Masih di Apartemen Bellagio, apartemen bos papa saya, terdapat sebuah TV Plasma berparabola dilengkapi sofa didepannya. Saya merasa sangat dimanjakan oleh keadaan tersebut. Apa yang terjadi? Sayapun bertahan untuk selonjoran di depan TV 4 jam penuh! Dan, pada jam tersebut, ada film kartun berjudul "Ben 10", yang sudah besar. Saya menonton acara tersebut. Tidak disangka, film tersebut diputar selama 4 jam! Memang saya sempat tertidur (rasanya sih sebentar), tetapi tetap saja saya geletakan di atas sofa tersebut. Nikmatnya liburan, bisa selonjoran terus. Haha.. Namun, masalah utama tetap satu, RASA LAPAR. Sayang, mama papa saya masih terlelap sehingga perut saya harus tetap menunggu. Ketika mereka terbangun, papa saya mengajak kami ke mal Ambassador. Berhubung kami sudah sangat lapar, kamipun memutuskan untuk memanggil taksi walaupun jaraknya tidak begitu jauh, tetapi tidak dekat juga. Daripada pingsan di tengah jalan, mendingan naik taksi. Seperti yang telah disebutkan di atas...

Breakfast at Papa Ron's

Hari ini dan kemarim malam, kami menginap di apartemen bos papa saya yang kebetulan sedang pergi jauh dan iapun mengizinkan kami menggunakan apartemennya. Setelah kemarin begadang dan menonton 45 menit pertama Hull City kontra Arsenal, saya terbangun. Dan, saya yang biasa makan sehabis terbangun dari tidur diharuskan menahan diri karena tidak ada makanan disana. Akhirnya kami keluar dan mencari makan. Kami tidak menemukan restoran yang sesuai selera kami. Tetapi, tiba-tiba perhatian kami tertuju pada suatu restoran penjual pizza, yang bernama "Papa Ron's". Masuklah kami ke dalam dan memesan makanan. Tak pernah saya makan pizza di pagi hari. Jadi, ini suatu pengalaman baru bagi saya. Berhubung saya adalah pemakan segala, makanan apapun bagi saya semuanya enak, termasuk yang satu ini. Lebih enak lagi karena saya sangat lapar belum mengisi perut. Hap, hap, hap, saya makan dengan lahapnya, dan membuat perut saya terisi dengan sempurna. Hehehe..

This is Under Preasure!

This is the really under preasure! Why...? Ok, berawal dari kewajiban saya untuk melaksanakan les gitar pada pukul setengah lima hingga pukul 5. Nah, kami diharuskan mengejar kereta pada pukul 07.10 yng merupakan kereta ekonomi AC terakhir ke arah Tanah Abang. Namun sayang, hujan mengguyur Kota Bogor sehingga papa saya tak bisa menjemput. Terpaksa saya mengitari Gramedia Book Store. Ter-puter-puter, lama-lama lapar mulai menyerang saya. Sayapun memutuskan untuk membeli sesuatu yang bisa memenuhi hasrat ingin makan saya, yaitu D'Crepes. Mengantri dengan cukup rapih, saya tetap harus menunggu lama disebabkan pelanggan di depan saya yang super lelet. Lama, lama, lama, tiba-tiba saya diserobot, dan mereka (yang menyesobot) dilayani terkebih dahulu. Tidak puas, sayapun meninggalkan tempat tersebut dan mencari ide lain untuk memanjakan perut saya dengan hanya bermodal Rp 10 ribu. Muter-muter, akhirnya sampailah saya di KFC. Mengantri memang, namun kali ini saya lebih lihai. Melihat tanda...

Our Way Back Home

Pada hari Minggu sore, kurang lebih pukul 15.45, kami pulang dari Jakarta. Kami akan pulang masih dengan kereta, namun dari Stasiun Cawang menuju Bogor. Ketika sampai, kami melihat kereta yang bertuliskan "ekonomi ac" singgah sebentar untuk menarik dan menurunkan penumpang. Tak lama, kereta itupun pergi. Ternyata, kereta tersebut merupakan ekonomi ac terakhir yang ada pada waktu sekitar jam 4-an. Walhasil, kami terpaksa menunggu selama 2 jam "for nothing", demi mendapatkan kereta ekonomi ac berikutnya. Awalnya, timbul niat untuk naik kereta kelas ekonomi melihat seringnya kereta tersebut lewat. Namun, kami mengurungkan niat tsb. karena setiap gerbong penuh-sesak-berdiri-tanpa ac alias panas. Nganggur, nganggur, main hape. Tak terasa (terasa banget ah..), waktu sudah menunjukan pukul 17.30. Kami bersiap-siap, dan tak lama kemudian kereta datang. Akhirnya.. Di kereta, tetap penuh. Namun, masih ada ac sehingga masih cukup nyaman. Saya mencoba menghitung berapa waktu ya...