Postingan

Best of Bestival

Bestival telah usai! Acara yang diselenggarakan oleh osis ini tidak hanya menjadi yang pertama, namun juga menjadi acara yang cukup berkesan bagi pesertanya. Tak hanya peserta, saya juga selaku panitia jujur saja mendapatkan sangat banyak pengalaman dan saya sendiri mempunyai banyak cerita darinya. Here's my story. Persiapan yang kami lakukan cukup banyak hingga kami menginap di sekolah pada hari sebelumnya. Angkat meja, pasang spanduk, dan lain sebagainya. All set, dan kita mulai hari pembukaan, hari jumat. Baju hitam osis. Awalnya kami agak kelabakan. Maklum, hari pertama. Mendaftar tamu, membariskan peserta. Kami hanya belum terbiasa.

Happy Birthday Octa!

"Nanti malem bisa ga dateng ke pesta ulang tahun gw?" tanya Octa. "Acaranya di Larissa, jam 7." Begitu kira-kira undangan makan bersama dari teman saya. Berbagi rezeki di umur yang baru. Bicara rezeki, yang saya tahu rezeki tak boleh ditolak. Oleh karenanya, sayapun hadir di acara tersebut.

Aduh, NII..

Maraknya kasus terorisme dan juga dugaan cuci otak yang dilakukan Negara Islam Indonesia (NII) menggemparkan banyak pihak. Adanya korban "cuci otak" yang diduga dilakukan oleh kelompok NII mencuat di sejumlah daerah. Sejumlah mahasiswa menghilang dan diketahhui menjadi korban "cuci otak" yang direkrut oleh NII. Biasanya, para anggota NII mendekati dan merekrut mahasiswa yang baru masuk ke bangku perkuliahan. Mereka biasanya didekati dengan modus diminta menjadi responden penelitian. Ini sangat memprihatinkan. Mahasiswa yang seharusnya menjadi penerus bangsa malah membelot ke jalan yang salah, melakukan tindakan tidak baik, dan bertentangan dengan berbagai pihak.

Serba Bisa

Bagi saya, bisa segala macam itu sangat menguntungkan. Pelajaran terakhir, yang harusnya pelajaran biologi, tidak dapat kami ikuti dikarenakan gurunya tidak hadir. Setelah melihat buku tugas, XII IPA 3 dibahagaikan dengan lowongnya tugas, which mean BEBAS! Hendak apa?

Linkin Park Live in Jakarta

LINKIN PARK! LINKIN PARK! LINKIN PARK!!! Riuh penonton bersorakkan menyambut kedatangan band asal Amerika ini. Selain karena lagu-lagu mereka yang sudah mendunia, dan juga terjual hingga berjuta-juta kopi, juga heboh karena Chester dkk. akan datang ke Jakarta untuk tampil live di Stadium Utama Gelora Bung Karno. Kesempatan ini tentu saja tidak akan dilewatkan oleh penggemar Linkin Park, salah satunya saya. Walaupun tiketnya tidak bisa dibilang murah, yakni Rp 750.000 untuk tribun atas yang di tengah, tekad saya untuk menonton ini tidak dapat tergoyahkan lagi.

Arsenal, kenapakah?

Arsenal kembali dilanda duka. Setelah imbang melawan Newcastle, dikalahkan Liverpool, kali ini mereka diluluhlantahkan salah satu 'rival' mereka, Manchester United. Tidak tanggung-tanggung, delapan kali gawang Sczesny dibobol tim setan merah. Arsenal hanya bisa membalas lewat gol Walcott, dan RvP. Ini seperti pepatah "menambah garam di atas luka." Penderitaan tim asuhan Wenger ini seolah tiada henti. Setelah ditinggal beberapa pilar pentingnya seperti Fabregas, Nasri, dan Clichy, Arsenal masih belum dapat menunjukan performa terbaiknya seperti sedia kala. Layaknya lubang tak ditambal pada ban karet, semakin lama akan semakin gembos. Selama ini, Wenger tidak pernah membeli pemain bintang. Ia terlihat sangat teliti dalam memilih pemain dan ekstra hati-hati dalam merogoh kocek. Ia lebih suka membeli pemain muda dan mencetaknya sebagai pemain bintang. Tiap sesuatu ada plus dan minus, dan sayangnya untuk kasus yang satu ini lebih mencolok minusnya --Arsenal tak pernah lagi...

Istirahat ah~

Hampir sebulan saya berpuasa, tak bisa dibohongi bahwa tubuh ini juga memiliki keterbatasan. Setelah melakukan berbagai kegiatan baik yang berat maupun ringan pada hari-hari sebelumnya, akhirnya tubuh ini jatuh sakit. Memang hanya batuk dan pilek. Namun, hal itu tetap saja tidak mengenakkan. Namanya juga sakit, kalau enak mah dicari haha.