Postingan

Menampilkan postingan dengan label ilmu

Daftar Isi Otomatis dari Microsoft Word

Gambar
Gambar 1. Membuat daftar isi otomatis Keseharian gue sekarang boleh dibilang tidak dapat terpisahkan dari salah satu calon karya ter-favorit gue: skripsi . Selain dari otomatisasi daftar pustaka  yang telah gue tulis di post yang lalu, gue juga melihat otomatisasi lain yang (semoga) dapat memudahkan kalian dalam membuat skripsi, laporan kerja praktek, karya ilmiah, ataupun membuat novel, yaitu otomatisasi daftar isi. Gue ingat pada zaman dahulu kala ketika (sepertinya) gue masih SMP (atau mungkin SD), gue baru bisa menuliskan daftar isi setelah gue selesai menuliskan makalah/artikel/laporan tugas sekolah. Hal tersebut dilakukan secara manual dengan melihat nomor halaman yang tertera pada Microsoft Word. Untungnya, waktu itu sebanyak-banyaknya laporan untuk tugas paling banyak kurang lebih 10 halaman. Tentunya bukanlah sebuah masalah besar untuk menuliskan daftar isinya satu per satu dengan melihat nomor halamannya. Namun, semakin tinggi tingkat pendidikan kita, tingkat kesu...

Skala Prioritas

Jadi, ceritanya gue masuk majalah SCIENTIA --majalah kreasi temen-temen fakultas gue tercinta, FMIPA UI. Wah! Perasaan luar biasa! Merasa terhormat bisa mengisi kolom opini dari majalah tersebut. Keinginan gue untuk beropini di koran  terealisasi. Semoga dapat menjadi lecutan semangat gue untuk terus menulis dan berkarya. Ayo, menulis!  P.S. Jangan lupa dibaca tulisan gue di majalah tersebut. Tidak akan menyesal pula untuk menghabiskan satu majalah keren ini dengan beragam topik yang menarik.

Menjadi Pengendara Pintar

Pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengendara sepeda motor di daerah Jabode m asih banyak terjadi. Tidak digunakannya helm, kebiasaan buruk melawan arus kendaraan, menggunakan perangkat elektronik saat mengemudi, maupun tidak dibawanya surat-surat berkendara merupakan hal-hal yang tidak asing lagi untuk ditemui. Alasannya banyak, selalu ada saja alasan untuk tiap jenis pelanggaran yang dilakukan. Walaupun terdengar sederhana, dampak dari pelanggaran tersebut sangatlah serius, bahkan hingga dapat membahayakan tidak hanya nyawa pelanggar, tetapi juga pengguna jalan yang lain. Berikut beberapa jenis pelanggaran yang umum terjadi beserta alasan mengapa kita tidak boleh melakukannya: 1. Tidak menggunakan helm Banyak pengguna motor yang menganggap bahwa penggunaan helm merupakan masalah sepele. "Ah, deket kok", "Males, ah, panas" atau "Ga apa, lah, ga ada polisi" menjadi beberapa alasan yang sering terucap. Padahal, w alaupun hanya jarak dekat, k...

Semangat Belajar

Kalau dirasa-rasa, sebenarnya ada beberapa saat gue malas belajar. Sulit, pusing, stres, itu hanya beberapa dari segelintir keletihan dalam proses belajar. Tentu saja semakin lama gue belajar, semakin banyak yang gue ketahui, semakin dalam materi yang gue pelajari, semakin sulit pelajaran tersebut. Tapi gue berpikir kembali. Masih banyak orang yang tidak memiliki nasib seberuntung gue untuk duduk di bangku kuliah baik karena masalah keuangan, masalah keadaan, maupun faktor-faktor lainnya. Bahkan untuk makan pun sulit, yang terpikirkan hanyalah bagaimana cara untuk dapat bertahan hidup. Sedikit cerminan saja untuk membuat gue tetap semangat dalam belajar. Semangat, ya , Rick, belajar. Semakin banyak pengetahuan yang lu dapat, semakin besar kemungkinan lu untuk dapat mengubah dunia, minimal dari diri sendiri. Semua demi masa depan yang lebih baik :)

Deadliner

Beberapa kali gue menggunakan mindset " deadline " dalam melakukan suatu kegiatan. PR dipepet-pepet dekat hari pengumpulan, masuk kampus dipepet-pepet dengan jam masuk *kadang malah jadi kelewatan*, ataupun kerjaan ditunda-tunda karena lagi mager . Ketika sudah dekat-dekat waktunya, baru, deh , semua dikerjakan. Sejujurnya deadliner ini sangat melelahkan. Lu tidak punya waktu bersantai lagi karena batas pengumpulan akan segera tiba. Lu bahkan tidak mempunyai cukup waktu untuk dapat menganalisis permasalahannya dengan benar, dan hal tersebut dapat berimbas pada kualitas yang tidak cukup baik. Pola seperti ini harus segera dihilangkan. Walaupun lu bisa bersantai-santai di awal, derita yang dialami pada waktu deadline *bagi gue* tidak sesuai dengan banyak waktu santai tadi. Pusing, tertekan, stres, menyiksa diri sendiri hingga timbul pemikiran ya udah lah ya yang penting beres. Jelas ini sangat salah, karena sebaik-baiknya sesuatu adalah sesuatu yang dikerjakan dengan sebaik-...

Ikut Aturan

Gue bingung dengan orang-orang yang sulit menaati peraturan sederhana. Bukannya gue mendeklarasikan kalau gue selalu taat aturan, melainkan peraturan-peraturan seperti "membuang sampah pada tempatnya" ataupun "mengendarai motor sesuai dengan arah jalur yang benar" merupakan sesuatu hal yang seharusnya dilakukan tanpa perlu disuruh.  Aturan dibuat bukan untuk dilanggar, loh, tetapi herannya masih ada saja yang begitu. Pemikirannya masih relatif pendek. "Buang sampah sembarangan, toh , nanti juga hilang terbawa hujan" jelas bukan pemikiran yang tepat karena sepanjangnya sungai akan berakhir di laut, dan lautan sampah bukan tidak mungkin akan membanjiri si pembuang sampah sembarangan itu. Begitupun dengan pemikiran " Biarin , ah , lawan arus, yang penting cepat sampai." Apa yang akan ada  di benak orangtua lu ketika misalnya *amit-amit* lu terpaksa menginap di rumah sakit akibat dari melanggar aturan? Padahal, kan, aturan dibuat bukan untuk dilangg...

Fokus

"Ketika kamu mengerjakan suatu pekerjaan, fokus lah mengerjakan pekerjaan tersebut hingga selesai, baru kamu melanjutkan pekerjaan yang lain agar kamu mendapatkan hasil yang terbaik." -- Dr. Ir. Djoko Sardjadi

Dua Bahasa

Gambar
Gambar 1 Belajar Jerman Gue merasa belajar bahasa selain bahasa negara dan bahasa inggris menjadi sebuah hal yang perlu dilakukan. Oke, lah , bahasa negara ya harus tahu untuk berkomunikasi dengan lingkungan sekitar. Begitupun bahasa inggris sebagai bahasa global. Walaupun begitu adanya "bahasa ketiga" menjadi sebuah poin lebih untuk dilakukan Fungsi bahasa ketiga dapat dilihat dari sisi akademis terutama bagi mereka yang ingin bersekolah di luar negeri. Tentu saja untuk dapat berkomunikasi dengan sekitarnya, perlu untuk mempelajari bahasa di daerah tersebut. Begitupun dalam melakukan kerja di luar negeri, atau sekadar ingin punya "bahasa rahasia" dengan si dia yang tidak semua orang tahu * ups , salah fokus*. Hanya saja terkadang kita tidak memiliki waktu dan materi yang cukup untuk mempelajarinya. Namun, dengan kemajuan teknologi, kita bahkan dapat melakukan belajar bahasa secara mobile  dengan menggunakan handphone , tab , ataupun laptop. Bagaimana? Jadi...

Speak Out!

" Kalo lu ga ngomong, gimana orang mau tau kemampuan lu? " Gue pernah mendengar kalimat itu, dan gue percaya bahwa itu benar. Diam bukanlah solusi untuk hal-hal yang menyangkut "pembuktian diri". Memang, semua harus diawali dengan usaha. Namun, ada satu titik dimana lu harus ngomong supaya orang lain tahu keberadaan lu. Bagaimana lu bisa meminta sesuatu tanpa harus berbicara? Apakah mau menunggu sampai dia sadar? Mau sampai kapan? Tak perlu malu berbicara, terutama ketika pembicaraan lu benar. Lu merasa sudah mengerjakan soal ujian dengan baik, tapi lu dapat nilai jelek? Speak out! Mungkin dosennya salah input nilai. Lu suka sama si dia? Speak out! Mungkin dia juga suka sama lu. Lu ingin jadi yang terbaik? Speak out! Dan biarkan dunia tahu siapa diri lu yang sebenarnya. Kalo lu merupakan orang yang pemalu *kayak gue*, pelan-pelan dobrak tembok itu, karena komunikasi menjadi sebuah hal utama bagi manusia sebagai makhluk sosial. Speak out and let the world hear ...

Filosofi Sepakbola (Part 7): Peluang

Gambar
Poin terakhir dalam sepak bola yang gue coba angkat: memanfaatkan peluang . Ketika ada peluang mencetak gol, seorang pemain bola harus dapat mengoversinya menjadi gol karena peluang tersebut belum tentu datang dua kali. Dalam kasus ini, memanfaatkan peluang juga berkaitan dengan pengambilan keputusan: apakah lebih baik dioper kepada teman yang memiliki ruang tembak lebih baik, ataukah ditendang langsung ke arah gawang? Cek video yang satu ini: Courtesy of YouTube ( http://bit.ly/1wYsqO5 ) Kalau lu bertahan untuk menonton video ini sampai habis, lu akan melihat bagaimana begitu banyak peluang yang ia ubah menjadi sebuah gol. Ada yang ditendang dari luar kotak penalti, ada yang menggocek pemain lawan terlebih dahulu baru ditendang, ada yang ditendang pada sentuhan pertama, bahkan ada yang ditendang tanpa melihat. Semua merupakan bagian dari bagaimana ia memanfaatkan peluang yang datang. Mungkin peluang tersebut tidak lama, dan akan hilang dalam hitungan detik karena bisa saj...

Filosofi Sepakbola (Part 6): Dukungan

Gue rasa setiap tim sepak bola juga membutuhkan dukungan . Sekecil apapun timnya, pasti ada saja pendukungnya *kecuali jika memang ada larangan menonton karena sanksi dan semacamnya*. Gue pikir dukungan ini menjadi suatu tambahan energi tersendiri untuk sebuah tim sepakbola. Banyak kisah yang menceritakan bagaimana dukungan suporter yang tak henti-hentinya dapat mengangkat sebuah tim dari tertinggal menjadi balik memimpin.  Dukungan dapat mengangkat moral tim agar tetap semangat, dan menuntut sebuah tim untuk selalu menampilkan yang terbaik karena mereka tahu para pendukung mereka menginginkannya. Begitupun dengan manusia, yang jauh dari lubuk hatinya yang terdalam selalu merasa membutuhkan dukungan *sebut saja namanya Ricky*. Dukungan ini dapat berupa dukungan moral ataupun materi. Mungkin kita semua tahu bahwa dukungan materi menjadi salah satu faktor yang dapat mempermudah kita dalam melakukan suatu kegiatan, jadi gue tidak membahas hal itu lebih jauh. Gue lebih tertarik de...

Filosofi Sepakbola (Part 5): Fungsi

Sebuah poin yang dapat kita ambil dalam sepak bola: menjalani fungsi . Setiap pemain dalam tim memiliki perannya masing. Ada kiper, yang bertugas untuk menjaga gawangnya tidak kebobolan. Ada pemain bertahan, bersama kiper bertugas untuk bertahan dari gempuran serangan pemain lawan. Lalu pemain tengah, yang berperan sebagai otak kreativitas pengendali jalannya permainan. Tentu saja kita juga tidak dapat melupakan peran penyerang untuk mencetak gol. Sebuah tim akan mencapai kemenangan ketika setiap individunya dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Coba saja bayangkan ketika kiper tiba-tiba tanpa sebab dan akibat maju menyerang hingga ke daerah lawan karena ia merasa ingin mencetak gol. Lalu siapa yang menjaga gawang? Atau misalnya ketika penyerang malah fokus untuk bertahan, tentu hal itu akan memberatkan pemain tengah untuk dapat mencetak gol karena bahkan penyerangnya saja tidak maju menyerang. Pada akhirnya tim itu sendiri yang akan susah ketika ada individu yang tidak men...

Filosofi Sepakbola (Part 4): Kegigihan

Olahraga sepakbola bukanlah hal yang mudah. Lu harus menggunakan   strategi   yang tepat untuk melawan tipe permainan tertentu dari tim lawan. Lu harus mengandalkan   kerjasama   untuk mencapai sebuah tujuan besar bernama kemenangan. Lu juga harus   latihan   agar memiliki kemampuan yang baik dalam mengolah si kulit bundar. Semua hal tersebut akan menjadi sempurna ketika lu   gigih   dalam berusaha. Dalam web   KBBI , gigih memiliki definisi  1  tetap teguh pd pendirian atau pikiran; keras hati; mengotot;  2  ulet (dl usaha). Tentu dalam pertandingan sepakbola, akan ada perlawanan yang diberikan oleh tim lawan baik perlawanan yang relatif mudah, maupun perlawanan yang hebat.  Ada kalanya lawan yang hebat memiliki pertahanan yang kuat sehingga tidak mudah untuk membuat peluang mencetak gol. Pada suatu titik, akan terasa sebuah titik buntu dimana kepercayaan diri menurun karena sulitnya membongkar pertahanan lawan...

Filosofi Sepakbola (Part 3): Latihan

Setelah sebelumnya gue mengambil poin strategi , dan kerjasama , gue mau melanjutkan beberapa poin yang dapat kita ambil dalam permainan sepakbola untuk dijadikan sebagai bagian dari kehidupan. Poin ketiga yang coba gue angkat: latihan . Memang, poin ini hampir mirip dengan apa yang pernah gue post pada practice makes perfect . Namun, gue merasa poin latihan perlu masuk dalam filosofi sepakbola untuk kehidupan *s orry for bad bahasa *. Tidak mau banyak mengulang dari post  gue sebelumnya, namun gue hanya mengingatkan bahwa latihan merupakan kegiatan yang sangat penting. Tanpa latihan, bagaimana seorang penyerang dapat menendang bola ke arah gawang? Tanpa latihan, bagaimana seorang kiper dapat menangkap bola? Tanpa latihan, bagaimana seorang gelandang dapat mengoper bola dengan akurat? Padahal menendang, mengoper, dan menangkap masih merupakan hal sederhana. Namun demikian, hal sederhana pun butuh latihan. Coba cek video yang satu ini: Courtesy of YouTube ( http://bit.ly/15sF...

Filosofi Sepakbola (Part 2): Kerjasama

Pada post sebelumnya , gue bercerita bahwa banyak poin dalam sepakbola yang dapat kita terapkan dalam hidup kita. Salah satu poin tersebut adalah bagaimana kita membutuhkan strategi  untuk mendapatkan kemenangan, termasuk kemenangan hidup. Gue mencoba untuk mengangkat poin kedua: kerjasama . Seperti kebanyakan orang mengetahui *dan dibahas juga di post  sebelumnya*,   sepakbola merupakan permainan dengan 11 vs 11 pemain. Sebuah terdiri dari 11 pemain yang saling membantu untuk dapat membawa timnya menang. Menyatukan pemikiran 11 pemain tentu bukan hal yang mudah. Seorang pemain hampir tidak mungkin dapat melewati 11 musuhnya seorang diri. Mungkin hal itu dapat terjadi hanya ketika 11 musuhnya itu membiarkan si pemain lewat dengan sengaja, atau mungkin pemain itu memiliki kemampuan yang sangat, sangat, sangat luar biasa *namun tentu stamina akan habis terkuras dalam 1 percobaan*. Untuk melewati lawannya, akan lebih mudah jika permainan dilakukan secara tim. Coba cek video...

Filosofi Sepakbola (Part 1): Strategi

Gue suka menonton pertandingan sepakbola. Jika itu merupakan duel antara dua tim besar, maka akan sangat menarik karena (biasanya) kedua tim saling melempar serangan untuk dapat mencetak gol untuk memenangkan pertandingan tersebut. Namun, mereka juga tidak boleh melupakan pertahanan mereka sehingga lawan tidak dapat membobol gawang mereka. Kita juga disajikan dengan dribble cantik pemain-pemain hebat seperti Cristiano Ronaldo ataupun Lionel Messi yang dengan mudahnya melewati 3-4 pemain dan kemudian mencetak gol. Tak kalah menarik melihat bahwa banyak poin dalam sepakbola yang dapat kita terapkan dalam hidup kita. Buat para penggemar *dan buat para bukan penggemar juga*, mungkin sudah tahu bahwa sepakbola merupakan permainan 11 vs 11 pemain selama 90 menit. Komposisi formasi pemain terdiri dari satu penjaga gawang (kiper), dan kombinasi antara pemain bertahan (bek), pemain tengah (gelandang), dan penyerang. Secara sederhana, pemain bertahan bertugas untuk bertahan membantu ki...

Jangan Lelah, ya

Akan ada saat dimana lu lelah menghadapi semuanya. Lelah belajar, lelah bercakap dengan orang-orang, lelah bekerja, lelah berdiri, lelah menghadapi hidup. Itu hal biasa. Namun, akan menjadi luar biasa ketika kita berjuang melawan rasa lelah tersebut. Ibarat sebuah roda, ada saatnya kita di atas, dan ada saatnya kita di bawah. Kita hanya perlu untuk selalu menjaga ritme roda agar selalu berputar agar hidup terus berjalan. Fight~ P.S. Semangat, kawan!

Kehidupan Deadliner

Deadliner merupakan  sebuah istiiah untuk menunjukan orang yang kerjaannya ddiselesaikan berdekatan dengan batasa akhir pengerjaan tugas tersebut *Rick's abstract definition *. Kalau misalnya tugas diberi pada hari Senin dan dikumpulkan hari Minggu, maka para deadliner akan mengerjakannya mendekati hari Minggu (mungkin Jum'at atau bahkan Sabtu malam). Tentu saja keuntungannya adalah waktu yang seharusnya dapat digunakan untuk mengerjakan tugas tersebut bisa digunakan untuk melakukan kegiatan lain. Lalu setelah hampir dekat dengan batas pengumpulan, baru semua perkejaan diselesaikan. Sayangnya tak jarang kompensasinya adalah hasil yang tidak memuaskan, tentu karena persiapan yang tidak matang. Sejujurnya  deadliner perlu memiliki mental yang kuat karena dia harus mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menyelesaikan tugas dalam waktu yang relatif pendek. Lucunya, beberapa orang *dari pengalaman* malah senang dengan sifat ini. Alasannya beragam, seperti membuat lebih fokus, atau ...

Practice Makes Perfect

Jaman gue dulu SD, gue sering melihat beberapa kalimat motivasi di bawah buku tulis yang gue punya *mungkin sekarang juga masih ada*. Salah satu dari kalimat tersebut adalah practice makes perfect  (latihan membuat sempurna). Kalimat ini bagi gue sungguh menarik karena setelah melewati hampir 15 tahun (dengan asumsi gue SD kelas 1 pada umur 5 tahun*, gue benar-benar menyadari betapa berlatih dapat membuat kita "sempurna".Walaupun tidak ada yang sempurna, ada tingkatan tersendiri dimana gue merasa batas tersebut luar biasa, mendekati sempurna. Percaya atau tidak, berlatih memang membuat kita menjadi lebih baik. Sederhananya dapat gue contohkan dengan hitung-hitungan matematika. Tentu banyak orang yang bilang kalau matematika itu sulit *gue juga, kok*, apalagi untuk anak SD. Tapi tentu saja pada waktu itu kita tidak berdiam diri, bukan? Karena jika kita tidak belajar, maka kita tidak akan lulus ujian, dan tidak akan naik kelas *huhu*. Mau tidak mau dulu Ricky kecil *cuih* ...

Minat Baca

Gue perlu banyak membaca. Jujur aja gue akui gue bukan orang yang rajin membaca *soalnya rajinnya nulis haha*. Gue ingat dulu baca novel ataupun koran dan sebagainya karena tugas sekolah.  Paling top , ya, baca komik. Itupun gue merasa tidak sepenuhnya membaca karena lebih banyak gambarnya daripada tulisan. Padahal, kalau saja gue menyadari lebih dini bahwa kebiasaan membaca merupakan suatu hal yang sangat luar biasa, gue pasti akan rajin membaca sedari dulu. Memang, sih, bosan jika  membaca tulisan yang terlalu panjang. Lantas, gue merasa kebiasaan membaca diawali dari membaca tulisan dengan topik yang kita gemari terlebih dahulu. Gue yakin bakal "ga pengen berhenti" bacanya. Kebiasaan ini meningkat secara bertahap hingga sampai pada tahap dimana membaca merupakan bagian dari kehidupan. Waktu itu, gue pernah baa di suatu artikel *yang gue lupa darimana* kalau masyarakat Indonesia sekarang minat bacanya rendah. Pola membacanya pun tidak lagi membaca keseluruhan isi teks, t...